Munir Said Thalib, lahir di Malang 8 Desember 1965. Pria keturunan Arab ini adalah lulusan dari Fak. Hukum Brawijaya. Dia adalah seorang aktivis HAM dan pejuang HAM Indonesia. Sangat di hormati hingga kancah internasional.
Terlalu panjang jika saya menceritakan Beliau, karena banyak hal yang ia lakukan untuk bangsa ini. Kontra terhadap argumen yang komersil, menjadi seorang yang kontrovesial di Negara ini dan tidak sedikit orang yang membencinya karena takut digulingkan oleh idealisme nya. Tidak terbawa arus politik global yang menghalalkan segala cara membuat Munir mati dengan tidak wajar. Ia di racun saat berada di pesawat Garuda jurusan Jakarta - Amsterdam, 7 September 2004 silam. Diduga, ia meninggal karena terkontaminasi racun arsenik dalam penerbangan menuju Belanda untuk melanjutkan studi masternya di bidang hukum. Sampai sekarang pun kasus itu belum terungkap siapa dalang di balik kematian Bapak HAM Indonesia.
Menurut gue kekerasan jaman cuma pas jaman penjajahan. Sekarang kita udah merdeka, merdekaa itu bebas! Kita punya hak masing-masing untuk di perjuangkan, mimpi-mimpi yang ingin kita capai. Namun jangan lupa kalo kita juga punya kewaajiban, kebebasan pun masih dalam jalur hukum yang berlaku, entah itu hukum Negara, agama, ataupun norma-norma yang gak tertulis. Orang yang masih menggunakan kekerasan menurut gue dia itu gak punya ilmu untuk menyelesaikannya dengan otak/pikiran. Kalo dia punya otak, gak mungkin dia capek-capek adu jotos, dan kalau dia punya pikiran dia pasti bisa mengontrol emosi dan mencari jalan keluar lebih baik.
"lebih baik mati bersama idealisme kita, daripada hidup dalam kepalsuan. jangan pernah takut akan perbedaan, kerena perbedaan itu indah. yang dibutuhkan hanyalah toleransi."
#soundtrack Di udara - Efek rumah kaca

Tidak ada komentar:
Posting Komentar