Sikap dingin itu tidak selalu menunjukan rasa tidak suka. Mungkin tidak tau harus bagaimana lagi saat di hadapkan dengan sesuatu yang amat disukai.Orang seperti ini sulit untuk memuji orang. Biasanya mereka menggunakan kata "biasa saja." Dan sulit menggunakan kata-kata halus untuk berkata itu tidak bagus. Contoh, "lo abis di tonjok?" itu terlontar saat saya melihat salah satu teman saya memakai eyeliner. Saya gak bermaksud untuk menghina, tapi yang saya maksud itu adalah seperti ini, "mata lo kan belo, kalo dipakein eyeliner gitu setau gue sih bikin gak bagus. mending gakusah ya, bagusan biasa aja." Itu maksud saya. Tapi... Saya bukan tipe orang yang pintar membuat kata yang benar-benar saya maksud. Terlebih dengan orang yang dekat. Contoh lagi, "pake rok aje mending." Saya mengucapkan kalimat itu ke teman saya yang saat itu sedang patah hati. Maksud saya itu seperti ini, "jangan gitulah, lo kayak gak punya harga diri.Gakmau gue harga diri temen gue digituin." Tapi kata-kata itu menjijikan menurut saya, sinetron abis. Jadi saya persingkat. Contoh yang terakhir, "mau teh gak? sekalian nih mumpung lagi bikin juga." Itu saat ibu saya sedang sakit. Saya mau perhatian tapi susah. Maksud saya itu seperti ini, "Bu, mau dibikinin teh? Biar anget. Seengaknya biar ntar badannya enak pas dibawa istirahat." Maksud saya itu. Tapi saya gak bisa, gak tau kenapa.
Udah coba kok buat berubah tapi sifat dasar itu memang susah diubah. Maaf kalau kadang kata-kata saya suka gak ngenakin dan buat sakit hati. Atau terkesan tidak menghargai. Saya memang belum bisa dengan baik mengekspresikan sesuatu hal yang bener-bener saya maksud.